Arsip Blog

Kamis, 20 Desember 2012

Sosilisasi Program PUAP di 5 Desa di wilayah BPP Kecamatan Kauman

Tim penyuluh teknis program PUAP Kecamatan Kauman (PPL,Mantri tani,PMT,Tim Teknis PUAP Kabupaten)mengadakan sosialiasi program PUAP di 5 desa penerima PUAP (Jatimulyo,Karanganom,Banaran,Balerejo,Kates).Masing-masing Gapoktan mendapatkan bantuan modal Maksimal 100 juta rupiah.

 Tujuan Sosialisasi
  • Semua masyarakat tani desa mengetahui program PUAP.
  • Dana BLM-PUAP tepat sasaran yaitu petani produktif kurang mampu sesuai RUB.
  • Pengurus menyusun AD,ART sesuai musyawarah,buku pendukung keuangan dan non keuangan.
  • Setiap peminjam mendapatkan pinjaman dana PUAP maksimal 1 juta rupiah
  • Pencairan dana PUAP di masing-masing Gapoktan dilakukan 2 tahap.

Selasa, 04 Desember 2012

Musyawarah Pengurus Gapoktan Penerima PUAP Thn 2012 dan Pengurus Penerima Thn 2011

Pelaksanaan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan  ( PUAP) thn 2012 mengacu kepada pola dasar yang ditetapkan dalam Permentan  Nomor :04/Permentan/OT.140/2/2012 tentang Pedoman Umum Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) untuk meningkatkann keberhasilan penyaluran dana BLM-PUAP kepada gapoktan dalam pengembangan usaha produktif petani dalam mendukung   4 (empat) sukses kementrian pertanian yaitu :

  1. Swasembada dan Swasembada berkelanjutan
  2. Diversifuikasi Pangan
  3. Nilai tambah daya saing dan ekspor
  4. Peningkatan kesejahteraan petani
Tujuan Musyawarah
  • Menyamakan persepsi tentang program PUAP
  • Kepada Gapoktan penerima PUAP thn 2012 langsung membentuk LKMA (Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis) 
Program PUAP ini diharapkan disosialisasikan kepada anggota  kelompok tani.
Pengurus Gapoktan dan pihak terkait musyawarah tentang AD/ART,Administrasi baik keuangan maupun non keuangan (Kata PMT Bpk FAJAR LAKSONO)

Realisasi berdasarkan RUB yang telah diusulkan ke Kementrian ,kalau tidak sesuai dengan RUB dibuatkan berita acara

Setiap akhir tahun diharapkan mengadakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) paling akhior tanggal 15 Maret pada tahun berikutnya.
Laporan perkembangan keuangan setiap bulan (Kata Tim Teknis PUAP Kab. Bpk Ir EDI PURWO S)

Mudah -mudahan dengan program PUAP ini dapat memebantu penambahan modal usaha tani para petani. 


Minggu, 18 November 2012

KWT Bromo desa Kauman Kec Kauman mengadakan pertemuan rutin setiap bulan salah satu kegiatan yang pernah dilakukan adalah membuat susu kedelai

Bahan :
  • Kedelai
  • Air Bersih untuk mencuci
  • Essen Perasa
Cara membuat Sari Susu Kedelai  :
1.     Kedelai dicuci sampai bersih, lalu direndam selama satu malam atau delapan jam dalam air panas. Air rendaman dibuang dan kedelai dicuci lalu tiriskan.
  1. Berikutnya kacang kedelai dihaluskan bersama air secukupnya menggunakan blender. Bubur encer disaring dengan kain kasa dan filtratnya merupakan susu kedelai mentah.
  2. Tambahkan air kira-kira 10 kali lipat dari susu kedelai mentah tadi dan aduk hingga campuran menjadi rata.
  3. Tambahkan gula pasir, daun pandan, garam pada air perasan tadi dan bubuhi sedikit perasa vanili atau moka atau sesuai selera.
  4. Masak sampai mendidih sambil diaduk-aduk menggunakan panci perebusan.
6.     Susu kedelai siap dihidangkan.

Pengawetan Susu Kedelai
·       Kalau mau awet boleh disimpan di kulkas atau
kalau senang minum hangat disimpan di dalam termos.

Pembuatan susu kedelai yang sangat mudah, sederhana dan enak rasanya dan bergizi tinggi.

POKTAN PUSPITA SARI DESA PUCANGAN BERSATU MEMERANGI PENYAKIT XANTHOMONAS


Tepatnya pada hari senin 12 Nopember 2012 pukul 07.30 ,petani,poktan,gapoktan di wilayah kec Kauman berkumpul disawah desa pucangan,yang berlokasi di sebelah barat Hotel Srabah Resort + 500 m jurusan waduk Wonorejo.
Petani berkumpul bersama petugas lingkup pertanian kecamatan Kauman (PPL,POPT,MANTRI TANI) dan DIPERTA  Kab Tulungagung mengadakan gerakan / penyemprotan penyakit Xanthomonas tanaman padi disawah desa Pucangan.
Bertepatan waktu itu penyerahan bantuan Fungisida Nordox 3 dus (30 bks), BAKTOZIN 1 dus oleh DIPERTA Kab Tulungagung.
Semoga bantuan ini bermanfaat.

Senin, 18 Juni 2012

LUMINTU SYIFA’ MENGOLAH SUSU PE

Kelompok Usaha Bersama (KUB) Lumintu Syifa’ Desa Kauman, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, mempunyai usaha pengolahan susu kambing cair menjadi susu kambing bubuk (powder). Kelompok Usaha Bersama (KUB) Lumintu Syifa’ merupakan KUB hasil pembelajaran program FEATI BKPP Tulungagung, yang mana program tersebut dimulai tahun 2008 dengan proposal pembelajaran perkandangan kambing yang sehat, pembelajaran cara pembuatan pakan kering untuk kambing, pembelajaran kesehatan ternak, pembelajaran reproduksi ternak kambing, pembelajaran pemerahan susu kambing, dan pembelajaran pengolahan susu kambing cair menjadi susu kambing bubuk.
Dampak hasil pembelajaran program FEATI pada bulan November 2011, maka didirikanlah KUB Lumintu Syifa’ dan dibantu alat pengolahan susu kambing cair menjadi susu kambing bubuk oleh DISPERINDAG  Kabupaten Tulungagung. Harapannya, KUB Lumintu Syifa’ bisa menyejahterakan anggotanya dan masyarakat sekitar, dengan memaksimalkan tenaga yang berasal dari lingkungan sekitar. Diantaranya tenaga pengolah susu dan bagian pemasaran, serta mendorong agar masyarakat suka minum susu kambing, apalagi jika dalam kondisi tidak mau makan (orang yang sudah tua), misalnya baru mau minum susu kalau orang tersebut sudah tidak bisa makan yang lain (seperti, orang yang sedang sakit).
Ide pendirian KUB Lumintu Syifa’ untuk menampung produk susu dari peternak yang kelebihan produk. Karena keterbatasan masyarakat yang minum susu kambing cair terbatas, susu kambing cair hanya bertahan selama 6 jam, sehingga perlu tindakan agar tidak terbuang percuma. Disamping itu harga susu kambing diluar Kecamatan Kauman turun dari Rp 40.000,00 perliter turun sampai dengan Rp 13.000,00 perliter, itu saja tidak ada yang beli.
Kurangnya minat mengonsumsi susu kambing, salah satunya disebabkan karena anggapan susu kambing tidak boleh dikonsumsi penderita tekanan darah tinggi. Mitos itu sejatinya tidaklah benar. Kandungan utama susu kambing yang terdiri dari kalium justru berfungsi menstabilkan tekanan darah, mengatur fungsi kerja jantung, dan menekan risiko terkena arteriosklerosis. Pernyataan itu dikuatkan penelitian terhadap lebih dari 40.000 pria Amerika yang mengonsumsi susu kambing selama 4 tahun. Kesimpulan riset menyatakan bahwa kelompok yang mengonsumsi lebih banyak kaliumnya, ternyata memiliki risiko terserang stroke lebih rendah.
Dengan segudang manfaat, susu kambing baik dikonsumsi semua umur. Susu kambing etawa sangat baik diminum bagi penderita asma, TBC, Bronkitis, infeksi paru-paru, keluhan/gejala kekurangan darah dan wanita haid. Selain itu susu etawa membantu menguatkan tulang, gigi dan baik bagi penderita rematik serta mencegah kerapuhan tulang, menambah vitalitas dan daya tahan tubuh baik pria maupun wanita sehingga tetap semangat tidak mudah capek.
Sangat banyak manfaat susu satu ini juga untuk keluhan sakit perut/pencernaan tidak lancar dan asam lambung yang berlebihan, keluhan yang diakibatkan sakit kanker, keluhan sakit ginjal, seperti Nephbrotic Syndrom, infeksi Ginjal, asam urat tinggi. Belum lagi juga dapat memulihkan kondisi tubuh orang yang baru sembuh dari sakit, memperbaiki kondisi jaringan lemak sehingga dapat menghaluskan kulit, serta meningkatkan daya tahan tubuh dan kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit.
Meskipun aktivitas KUB Lumintu Syifa’ sudah berjalan, bukan berarti tidak menghadapi kendala, seperti untuk memperoleh syarat edar susu kambing sedang proses pengajuan BPOM dan label halal yang sampai sekarang belum didapat untuk menunjang pemasaran. Dengan begitu, ada harapan ada bantuan dari Disperindag yang akan membantu permasalahan yang dihadapi KUB Lumintu Syifa ini.


Oleh: Sutji Harmi

Kamis, 31 Mei 2012

MUSNAHKAN HAMA TIKUS
Tikus merupakan salah satu hama utama yang menyerang tanaman padi di daerah Tulungagung,khususnya di daerah kecamatan Kauman dan sekitarnya yang merupakan daerah endemis serangan tikus.tikus dapat menyebabkan turunnya potensi hasil panen yang begitu besar.Selain dari pada itu tikus juga dapat  menularkan penyakit kepada manusia,penyakit itu disebut LEPTOSPIROSIS.

Leptospirosis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang biasa menyerang pada tikus,babi,kambing,dan beberapa hewan lainnya,Penyakit ini mudah menyebar pada daerah-daerah yang kurang terjaga kebersihannya,penularan penyakit ini bisa melalui urin atau air liur ataupun juga pada air,tanah,tanaman yang terkontaminasi dari urin atau air liur binatang yang sudah terjangkit.Adapun seseorang yang terkena penyakit ini akan mengalami pusing kepala,menggigil,demam tinggi bahkan bisa berujung pada kematian.

Mengingat besar nya dampak yang disebabkan oleh serangan tikus,dan pesatnya pekembang biakannya,maka perlu dilakukan suatu upaya untuk menekan pertumbuhan dan perkembang biakannya,seperti yang dilakukan para petani di kecamatan Kauman pada tanggal 30 mei 2012.Para petani  ini melakukan gropyokan dan pemasangan umpan secara bersama-sama.kegiatan ini menindak lanjuti dari pada kegiatan pengendalian hama tikus pada awal musim tanam.Dengan berakhirnya masa panen seperti saat ini,kegiatan tersebut akan lebih mudah,seperti yang disampaikan petugas POPT kecamatan Kauman:Satu pasang tikus apabila ketersediaan makananya tercukupi dalam satu tahun perkembang biakannya bisa mencapai 2000 ekor,inilah waktu yang tepat mengurangi populasinya,oleh karena itu harus dilakukan pengendalian secara terus menerus untuk menekan perkembangannya
Para petani dengan sigap membersihkan dan membongkar lubang-lubang pada pematang sawah yang disinyalir menjadi sarang tikus,selain itu mereka juga dengan telaten memasangkan umpan beracacun.

Rabu, 30 Mei 2012


LAHAN SEMPIT BUKAN MASALAH



Berkebun? Wow ‼ Tentu pekerjaan menyenangkan. Alangkah indahnya apabila halaman rumah kita hijau dan asri. Menghijaukan halaman bukan lagi monopoli tanaman hias, namun tanaman sayuran pun dapat menambah kecantikannya. Kebanggaan tersendiri apabila kegiatan bertanam sayuran dilakukan bukan hanya sekedar untuk mengisi waktu luang dan menyalurkan hobi, tetapi sudah dapat mencukupi kebutuhan dapur, bahkan dapat dijual secara komersial. 

Keterbatasan lahan yang dimiliki oleh sebagian penduduk menjadi penghambat dalam kegiatan ini, jadi perlu perencanaan yang matang untuk menata ruang di sekitar rumah kita.  Dalam hal ini diperlukan pengetahuan tentang bertani, pertamanan, berkebun di lahan sempit sebagai alternatif dalam memanfaatkan halaman dan lahan terbatas di sekitar rumah kita.